ISLAM
|
DEMOKRASI
|
1. Dalam urusan hukum, suara terbanyak tidak diikuti karena sudah jelas ada hukumnya dalam AlQuran, Hadits, Ijma sahabat dan Qiyas berdasarkan Qur'an dan hadits.
(QS Al Maidah ayat 49) |
Suara terbanyak diikuti, atau usulan dpr bisa jadi hukum
Dalil: dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat
Bukti: http://www.arrahmah.com/read/2011/09/28/15485-fraksi-pks-usulkan-boleh-jualan-miras-asal-bayar-retribusi-empat-kali-lipat.html
|
2. Dalam urusan teknik, strategi yang membutuhkan analisa diserahkan kepada ahlinya.
Dalil: Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." HR Bukhari
Contoh:
Seperti sikap Rasul saw yang mengikuti pendapat al-Hubab bin al-Mundzir dalam strategi penempatan pasukan pada perang Badar, atau merujuk pendapat Salman al-Farisi dalam penggalian parit pada perang Khandaq, dsb. |
asing atau pemilik modal menjadi rujukan
Dalil: dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat
Contoh: kemampuan pertamina untuk mengolah minyak, dianggap tidak mampu padahal mampu.
|
3. Dalam urusan bukan hukum dan teknik, yang tidak memerlukan analisa dan ahli hukum, maka boleh diserahkan pada suara terbanyak.
Dalil: Siroh Nabawiyah, ketika Rasul saw bermusyawarah dengan para sahabat pada perang Uhud tentang apakah berperang di dalam kota atau di luar kota, dan lalu Rasul mengikuti pendapat mayoritas yang menghendaki berperang di luar kota. Sementara dalam hal strategi perang pada perang Uhud, Rasul tidak merujuk kepada pendapat mayoritas.
|
Suara terbanyak diikuti, atau kapitalis diikuti
Dalil: dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat
|
Masihkan menjadikan demokrasi sebagai jalan hidup, jalan perjuangan atau cuma sekedar teknis yang bebas nilai?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar